8 Cara Mencegah Pembobolan Koper di Bagasi Maskapai


Berikut saran dari Gogonesia:

1. Jangan Masukkan Barang Berharga dalam Bagasi

Saat liburan atau perjalanan jauh bukan waktu yang tepat untuk membawa benda berharga, apalagi perhiasan. Kecuali memang terpaksa, jangan masukkan barang berharga tersebut, seperti laptop, kamera, dokumen berharga, tas bermerek atau perhiasan, ke dalam bagasi. Masukkan dalam tas jinjing dan bawa ke dalam kabin pesawat.

2. Foto Isi Tas atau Koper

Sebelum dimasukkan ke dalam bagasi pesawat saat check in, foto seluruh isi tas atau koper kamu. Selain untuk bukti setelah barang hilang (jangan sampai ya), ini bisa membantu kamu mengingat barang apa saja yang ada.

3. Gembok Saja Tak Cukup; Wrap It!

Gembok bisa membantu mengamankan isi koper, tapi ternyata tak cukup aman. Pencuri yang sudah jago bisa membobol gembok, bahkan yang memakai nomor kombinasi. Saat ini banyak jasa pembungkusan koper dengan plastic wrap. Pencuri tentu lebih memilih koper yang lebih mudah dibobol, dibandingkan yang dibungkus plastic wrap. Bayar sedikit tak apa, asal aman!
Pertimbangkan juga memakai tali gembok Transportation Security Administration (TSA) approved, ini juga mencegah pencuri untuk mengincar tas kita karena lebih repot untuk membukanya.

4. Pastikan Kopermu “Bersih”

Bersihkan koper dari berbagai tempelan dan barcode dari penerbangan sebelumnya. Bila barcode masih menempel, bisa jadi identitas kopermu salah dibaca oleh scanner. Jika banyak tempelan stiker, kopermu akan terlihat “mencolok” (pencuri kemungkinan secara tak sadar memilih tas yang menarik bagi mereka). Selain itu, pastikan kopermu bisa “berjalan” dengan mulus dan nggak berpotensi nyangkut di konveyor.

5. Pakai Koper yang ‘Murah’ Saja

Bukan berarti kamu harus pakai koper murahan. Maksudnya, hindari menggunakan koper bermerek yang mencolok. Pasalnya, koper polos yang kelihatan biasa saja tak akan menarik bagi pencuri, tak seperti travel bag kulit yang bermerek.

6. Gunakan Koper Berkualitas

Mungkin agak berlawanan dengan saran sebelumnya, kamu harus tetap memakai koper berkualitas (tapi jangan yang branded dan mencolok ya). Pasalnya, porter yang membobol tas penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang mengaku hanya membutuhkan pulpen untuk membongkar koper korbannya. Memang, cara mudah membobol koper adalah dengan menusukkan sesuatu, seperti pulpen, ke ritsleting untuk bisa membukanya. Jika koper berkualitas, hal ini tak bisa dilakukan dengan mudah.

7. Periksa Koper Begitu Diambil dari Bagasi

Begitu koper kamu tiba di konveyor bandara tujuan, jangan buru-buru pergi meninggalkan bandara. Buka koper di tempat untuk memeriksa kelengkapan isinya. Jika terbukti ada yang hilang, kamu bisa langsung klaim ke maskapai.

8. Beli Asuransi Perjalanan

Banyak orang Indonesia masih mengesampingkan pentingnya asuransi perjalanan. Padahal, jika ada sesuatu yang hilang, kamu bisa mendapatkan kompensasi dengan adanya asuransi tersebut. Beberapa maskapai saat ini sudah menawarkan asuransi tersebut, tapi beberapa maskapai lainnya tidak, sehingga kamu harus membelinya sendiri.